Type to search

Bayi

Bahaya Menggunakan Baby Bouncer yang Perlu Ibu Waspadai

Waspada bahaya baby bouncer

Baby Bouncer adalah salah satu pilihan orangtua untuk membantu pengasuhan si kecil sehari- hari. Dengan alat ini, pekerjaan orangtua dirasa lebih ringan karena bouncer membantu menidurkan buah hati dengan lebih cepat dan membuat mereka lebih tenang.

Namun, dibalik manfaatnya, bouncer sebenarnya juga bisa menjadi peralatan yang membahayakan keselamatan si kecil. Sudahkah Ayah Ibu mengetahui bahaya baby bouncer? Bagaimana cara aman menggunakannya?

Manfaat Baby Bouncer

Adakalanya bayi yang baru lahir membuat orangtua kewalahan jika harus terus menggendong untuk menenangkan si kecil atau menidurkannya. Atas dasar itu, terciptakan sebuah peralatan bayi yang bernama baby bouncer ini.

Baby bouncer ini sendiri adalah sebuah perlengkapan bayi berupa tempat duduk dengan posisi sandaran yang bisa diatur dengan desain yang ergonomis untuk melindungi tulang belakang, leher, dan kepala bayi.

Bouncer dirancang untuk bayi di bawah usia 6 bulan dimana ia belum mempunyai kemampuan untuk duduk atau mengangkat kepala. Dalam prinsip kerjanya, baby bouncer bisa membuat bayi merasa nyaman dan tenang melalui mode ayunan pelan. Bayi juga bisa berbaring dalam posisi bersandar sambil melihat lingkungan sekitarnya.

Selain mode ayunan, beberapa bouncer dilengkapi dengan mainan untuk bayi. Mainan ini bisa menghibur si kecil, sekaligus memberikan stimulasi untuk penglihatan dan refleknya.

Peralatan ini dianggap meringankan tugas orangtua yang kerap sibuk mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, seperti mencuci baju, memasak, atau aktifitas lain, di samping mengasuh anak.

Bahaya Menggunakan Baby Bouncer

Baby bouncer memang bisa menjadi peralatan yang bisa diandalkan di saat ibu mengasuh buah hati. Meski begitu, orangtua juga perlu waspada ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan dari peralatan ini :

1. Gangguan jalan nafas

Salah satu bahaya yang mengintai adalah gangguan jalan nafas. Bayi yang baru lahir atau usia di bawah 6 bulan umumnya belum mempunyai otot yang kuat untuk menggerakkan atau mengangkat kepala saat berbaring.

Kondisi ini bisa menyebabkan masalah pernafasan apabila posisi dagu bayi terlalu dekat dengan dada, sehingga gangguan jalan pernafasan bisa terjadi. Resiko ini semakin meningkat apabila bayi diletakkan di bouncer tanpa pengawasan orang dewasa.

2. Kepala bayi peyang

Beberapa bisa menemukan posisi favoritnya saat bersandar id atas baby bouncer. Namun perlu diingat lagi, tulang- tulang bayi masih lunak dan belum terbentuk sempurna.

Saat bayi berbaring atau bersandar pada posisi yang sama berulang kali dalam jangka waktu yang lama, ini bisa menyebabkan kepala bayi menjadi peyang atau yang sering disebut dengan kondisi positional plagiocephaly.

3. Rentan cedera

Bayi juga rentan cedera saat menggunakan baby bouncer. Terutama saat bouncer yang digunakan rusak, bergeser, atau diletakkan di permukaan benda yang tidak tepat, seperti meja dan tempat tidur. Penempatan yang buruk bahkan bisa membuat bayi terjatuh dan tertindih bouncer.

Jika ini terjadi, cedera dapat mengakibatkan bayi mengalami luka memar, tergores, hingga cedera berat di kepala dan patah tulang.

Cara Memilih Bouncer Bayi yang Aman

Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Pediatrics 2015, mengungkap bahwa cedera bayi paling banyak terjadi karena penggunaan baby bouncer dan peralatan bayi lainnya, seperti baby car seat, dan baby walker. Beberapa diantaranya bahkan menyebabkan kematian.

Namun perlu diketahui juga, peralatan ini sama sekali tidak didesain untuk membahayakan buah hati ya, Ayah Bunda. Sebeliknyam tujuannya adalah memudahkan orangtua dalam mengasuh si kecil. Hanya saja, orangtua harus tetap waspada dalam menggunakannya.

Memilih baby bouncer yang aman

Selain itu, orangtua juga bisa meminimalisir resiko dengan cara memilih dan menggunakan baby bouncer yang aman untuk si kecil. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Ayah Bunda gunakan saat memilih baby bouncer yang tepat untuk si kecil :

Penyangga yang kokoh

Pastikan Ayah Ibu memilih bouncer dengan rangka atau penyangga yang kuat dan kokoh. Untuk mengetesnya, cobalah letakkan bouncer di lantai. Jika bouncer tidak bergeser saat mode ayun atau getar, berarti bouncer aman untuk digunakan.

Cek posisi sandaran bouncer

Posisi sandaran bouncer menentukan kenyamanan bayi dan juga memastikan keamanannya. Jika bouncer akan digunakan untuk newborn, pastikan sandaran tidak terlalu tinggi atau kaku. Tujuannya agar si kecil terhindar dari resiko gangguan pertumbuhan tulang belakang.

Sabuk pengaman yang kuat

Sabuk pengaman adalah hal selanjutnya yang penting untuk diperhatikan. Pastikan juga bouncer mempunyai sabun pengaman yang kuat dan isa mengunci dua bagian tubuh bayi, yaitu pinggang dan area selangkangan.

Dudukan bouncer

Selanjutnya, pilih tempat duduk bouncer yang empuk dan terbuat dari bahan tidak panas dan mudah menyerap keringat. Hindari memilih kualitas tempat duduk bouncer yang buruk karena bisa membuat kulit si kecil iritasi saat berkeringat.

Fitur tambahan

Hal terakhir namun tidak kalah penting, pilih bouncer dengan fitur tambahan, seperti boneka yang digantung, musik atau mode getaran. Musik dan getaran akan membantu si kecil lebih tenang dan tidur lelap. Sedangkan mainan boneka bisa menjadi stimulasi untuk penglihatan dan reflek si kecil.

Tips Menggunakan Baby Bouncer dengan Aman

Selain pada kualitas produk, keamanan baby bouncer juga tergantung dari pengawasan orangtua. Pastikan Ayah Bunda mengikuti petunjuk penggunaan sesuai standar keamanan dengan memperhatikan hal- hal berikut ini :

1. Perhatikan permukaan bouncer

Baby bouncer dirancang untuk diletakkan di area permukaan yang datar dan stabil, seperti lantai. Jadi, jangan pernah sekali-sekali meletakkannya di permukaan yang tidak stabil, seperti sofa, atau kasur karena bisa membuat bouncer bergoyang dan bergeser.

Pastikan juga bouncer tidak bergeser posisinya saat mode getar dihidupkan.

2. Tali pengaman harus terkunci sempurna

Yang kedua, pastikan baby bouncer digunakan dengan tali pengaman yang terkunci sempurna. Pastikan tali tidak terlalu longgar, dan tidak terlalu ketat mengikat tubuh bayi.

3. Posisi leher dan kepala bayi

Selanjutnya, pastikan bayi tidak bisa memutar kepala atau kepalanya tidak keluar dari batas bantalan yang digunakan sebagai penyangga leher atau kepala. Jika posisi leher bayi tertekuk atau kepala tidak berada di posisi yang tepat, bayi bisa mengalami resiko kesulitan bernafas.

Namun, Ayah Bunda juga disarankan untuk mengubah posisi leher dan kepala bayi ke sisi yang berbeda beberapa kali agar bayi tidak merasa pegal dan kelelahan.

4. Pengawasan orang dewasa

Saat si kecil berada di atas bouncer, pastikan ada orang dewasa yang selalu mengawasinya. Tujuannya adalah untuk mengawasi bayi saat hendak bergerak atau reflek ingin berguling yang bisa membahayakan keselamatannya.

Pengawasan dari orang dewasa akan menghindarkan bayi dari hal- hal yang tidak diinginkan.

5. Batasi penggunaan bouncer

Hindari menggunakan baby bouncer terus menerus. Waktu maksimal yang bayi gunakan untuk di bouncer setidaknya 20-30 menit dalam satu penggunaan.

Selain itu, perbanyak waktu bermain dengan buah hati di kasur atau lantai agar si kecil bisa mendapat stimulasi dari aktivitas lainnya.

6. Saat bayi tertidur

Jika bayi sudah mulai tertidur, pindahkan ia dari atas bouncer. Ingatlah selalu untuk tidak membiarkan bayi tertidur di atas peralatan ini.

7. Perhatikan kapasitas berat maksimal

Jika berat si kecil sudah melebihi kapasitas maksimal yang bisa ditopang alat, jangan memaksakan buah hati untuk terus menggunakan bouncer ya, Ayah Bunda. Termasuk jika bayi sudah bisa mulai duduk. Karena ini berarti bouncer sudah tidak aman lagi untuk digunakan buah hati.

Kesimpulan

Menggunakan baby bouncer untuk membantu dalam pengasuhan bayi sebenarnya adalah hal yang lumrah dilakukan. Terlebih untuk orangtua yang melakukan multi-tasking dalam pengasuhan.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu orangtua lakukan seperti yang diulas dalam artikel ini, yaitu :

  • Memilih baby bouncer yang berkualitas
  • Selalu perhatikan keamanan baby bouncer mulai dari permukaan hingga tali pengaman
  • Perhatikan posisi bayi saat menggunakan bouncer
  • Jangan lepas kontrol, pengawasan orangtua sangat penting dalam penggunaan peralatan bouncer
  • Ketahui kapan waktu untuk berhenti menggunakan bouncer (saat sudah cukup lama, saat bayi sudah tertidur, dan berhenti total saat berat bayi sudah melebih kapasitas bouncer)

Semoga ulasan ini bermanfaat ya, Ayah Bunda!

Tags: