Type to search

Bayi

3 Jenis Alergi yang Paling Sering Diderita Bayi dan Cara Mengatasinya

Kenali 3 Alergi yang Paling Sering Diderita Bayi dan Cara Mengatasinya

Alergi pada bayi mungkin hal yang orangtua cukup sering dengar. Alergi yang diderita bayi ada berbagai jenis. Pada umumnya, alergi ini bisa menghilang saat bayi mulai tumbuh dewasa.

Alergi ini sendiri adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang dihirup, disuntik, tersentuh, maupun tertelan. Alergi sering menjadi masalah kesehatan yang dialami oleh bayi. Namun, untuk menentukan apa pemicu alergi pada bayi bukanlah pekerjaan mudah.

Salah satu pemicu utama alergi pada bayi adalah faktor genetik. Namun, faktor lain juga bisa menjadi penyebab yang tidak bisa diremehkan. Baik itu karena makanan atau lingkungan.

Alergi akibat makanan ini sendiri lebih sering ditemui dibandingkan dengan alergi yang disebabkan oleh lingkungan. Beberapa makanan yang kerap menjadi penyebab alergi antara lain ikan, kerang, susu, telur, dan kacang.

Sedangkan alergi yang dipicu lingkungan umumnya terjadi saat bayi berusia 18 bulan. Penyebab paling umum antara lain adalah benda- benda di dalam dan luar ruangan. Misalnya saja serbuk sari, jamur, debu tungau, kecoa, bulu hewan, atau debu.

Jenis Alergi Bayi yang Sering Muncul dan Cara Mengatasinya

Dari sekian banyak alergi yang kerap diderita bayi, ada tiga macam alergi yang disebut paling sering. Berikut tiga jenis alergi tersebut :

1. Dermatitis Atopik (Eksim)

Kondisi alergi ini banyak dialami bayi yang tidak memperoleh ASI, lalu diberikan susu formula dengan bahan dasar susu sapi.

Berikut ini adalah beberapa gejala dermatitis atopik yang sering muncul :

  • Ruam merah yang tersebar karena digaruk
  • Gatal- gatal, terutama di malam hari
  • Luka melepuh yang mengeluarkan cairan. Luka ini kelamaan akan menjadi luka terbuka jika digaruk.
  • Kulit kering, pecah- pecah dan bersisik

Alergi ini pada umumnya akan hilang sendiri seiring dengan berkembangnya saluran pencernaan bayi. Namun untuk menghindari alergi ini, Ibu disarankan untuk mengganti susu formula bayi ke susu formula berbahan dasar nabati seperti susu kedelai/ soya.

2. Alergi Rinitis

Alergi rhinitis adalah peradangan yang disebabkan reaksi alergi. Gejala utama dari alergi antara lain :

  • Bersin- bersin dan beringus
  • Hidung tersumbat
  • Gatal pada mata dan hidung
  • Gatal pada langit- langit tenggorokan disertai rasa tersumbat
  • Serangan asma atau sesak nafas saat sudah berada dalam kondisi berat
Alergi protein susu sapi pada bayi

Alergi ini dibedakan menjadi dua macam berdasarkan lama berlangsungnya, yaitu :

  • Alergi rinitis musiman (hay fever, seasonal, pollinosis)
  • Alergi rinitis sepanjang tahun (perennial)

Jika alergi rinithis yang dialami buah hati masih tergolong ringan, Ibu bisa mengobati gejala yang muncul dengan cara :

  • Menghindarkan alergen tertentu yang bisa memicu kondisi alergi
  • Menggunakan obat bayi yang berkhasiat untuk meredakan hidung tersumbat dan bersin, seperti dekongestan dan antihistamin
  • Membilas hidung si kecil dengan larutan garam agar terhindar dari iritasi

Jika dengan perawatan ringan gejala tidak berhenti dan semakin parah, bawa segera buah hati ke dokter. Biasanya obat tidak bekerja efektif jika alergi ini dipicu oleh alergen musiman seperti halnya serbuk sari.

3. Alergi Minyak Telon

Apakah ibu pernah mendapati kulit si kecil berubah kasar, memerah dan mengelupas setelah dioles minyak telon? Jika iya, ada kemungkinan buah hati menunjukan reaksi alergi terhadap benda yang satu ini.

Untuk mengatasinya, Ibu perlu menghindarkan si kecil dari minyak telon yang merupakan pencetus alerginya. Sebagai gantinya, ibu bisa memberikan pelembab yang sesuai untuk kulit bayi untuk membuat kulit bayi lembab, tidak kering dan nyaman.

Hindari untuk mengganti minyak telon dengan bahan kimia apapun. Untuk menghangatkan tubuh si kecil, ibu bisa mengenakan baju yang lebih hangat untuk bayi.

Itulah tiga jenis alergi yang paling sering dialami oleh bayi. Apakah buah hati tercinta pernah mengalami gejala= gejala alergi di atas, Bun? Yuk sharing pengalaman ibu dengan menuliskannya di kolom komentar di bawah.