Type to search

Anak

Tidur Siang Terbukti Bikin Anak Lebih Pintar dan Tingkatkan Mood

Manfaat tidur siang untuk anak

Beberapa orangtua membiasakan anak- anak mereka untuk tidur siang dengan tujuan agar anak beristirahat usai penat sekolah. Kenyataannya, tidur siang anak- anak ternyata bukan banyak sekali manfaat. Selain meningkatkan mood anak, tidur siang juga bisa meningkatkan keaktifan dan nilai akademis anak di sekolah.

Sebuah studi dilakukan terhadap 3000 anak berusia 10 hingga 12 tahun mengungkap adanya hubungan antara tidur siang dengan perilaku, kontrol diri, tingkat kebahagiaan, dan IQ anak. Selain itu, hubungan yang kuat juga ditemukan dalam nilai akademis anak.

“Anak yang tidur tiga kali atau lebih per minggunya menunjukkan peningkatan performa akademik sebesar 7,6 persen di kelas 6 SD,” ungkap Adrian Raine, pakar neurokriminologi dari University of Pennsylvania, seperti dilansir dari Medical Xpress.

Dalam studinya, peneliti menganalisis data mengenai frekuensi dan durasi tidur siang anak dari kelas 4 hingga kelas 6 SD, serta memonitor perkembangan mereka hingga mencapai kelas 6.

Pengukuran fisiologis, seperti indeks massa tubuh dan kadar gula darah serta pengukuran psikologis seperti tingkat kebahagiaan dan percaya diri juga diperhatikan dan diukur. Sedangkan perilaku anak dan performa akademis di sekolah diperoleh melalui laporan dari guru masing- masing anak.

Apa saja pertolongan pertama yang harus orangtua lakukan saat anak sakit?
Tidur siang baik untuk kesehatan mental dan emosional anak

Hasilnya, anak mempunyai yang mempunyai waktu tidur siang tinggi per minggunya menunjukkan performa akademis yang lebih tinggi, disertai dengan perilaku aktif dan anak tampak lebih bahagia.

Kekurangan waktu istirahat dan rasa kantuk di siang hari adalah fenomena yang umum dijumpai di belahan dunia manapun. Kurang istirahat ini bukan hanya berdampak terhadap performa anak di sekolah, namun juga perilaku anak di rumah. Kurang tidur dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kemampuan kognitif anak, serta berpotensi mengganggu kondisi fisik dan perkembangan emosionalnya.

Setiap negara pada umumnya mempunyai budaya yang berbeda- beda terkait tidur siang. Misalnya di Amerika Serikat, budaya tidur siang akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia anak. Kebalikan dari Amerika Serikat, China mempunyai budaya tidur siang yang kuat. Kebiasaan tidur siang akan dipertahankan sejak anak usia sekolah dasar, menengah, bahkan hingga dewasa.

Melalui studi nya ini, para peneliti berharap agar para pendidik, orangtua, dan tokoh yang terkait dengan kesehatan masyarakat dapat menerapkan kebiasaan ini dalam keseharian.

“Tidur siang ini mudah diimplementasikan dan tidak menelan biaya sama sekali. Bukan hanya membantu anak-anak dalam belajar, tapi juga mengurangi screen time (waktu yang dihabiskan di depan layar gadget), yang memiliki efek kurang baik,” ujar Jianghong Liu, peneliti keperawatan dan kesehatan publik University of Pennsylvania.

Apakah Ayah Ibu sudah mulai menerapkan kebiasaan tidur siang untuk anak- anak? Jika belum, yuk mulai ajak anak untuk meluangkan waktu sejenak untuk tidur siang 🙂

Tags: