Type to search

Bayi Mitos vs Fakta

Memeluk Bayi Sampai Tertidur adalah Baik, Mitos atau Fakta?

Bayi terlelap tidur tenang di pelukan Ibu

Saat si kecil menangis karena merasa tidak sehat atau karena hal lainnya, berakhir dengan tidur tenang di pelukan ibu adalah hal terasa nyaman untuk buah hati.

Saat bayi jadi sering tertidur di pelukan ibu, maka tempat tidur bayi yang kokoh dan manis tentu terasa kurang berguna. Ada dua hal yang perlu kita perhatikan, apakah si kecil tidak bisa tidur sendiri dengan nyaman atau ibu juga merasa berat untuk melepas dan memindahkan si kecil?

Kenyataannya, tidur dalam pelukan ayah atau ibu adalah hal ternyaman yang dirasakan oleh bayi. Orangtua pun kerap menikmati pemandangan ini, menyusui, menggosok badan si kecil, dan memandangi bayi tertidur plas adalah hal yang menenangkan untuk ibu.

Namun, apakah tidur di pelukan Ibu secara terus menerus baik untuk bayi? Apakah kebiasaan ini akan membuatnya menjadi manja dan sulit lepas dari ibu?

Yuk kita simak bersama fakta dan alasan menarik terkait kebiasaan ini.

Faktanya Bayi Lebih Tenang Saat Tidur di Pelukan Orangtua

Menurut Dubief, penulis buku Precious Little Sleep, mereka yang tidak bersama buah hati di hari pertama mereka akan kesulitan untuk menempatkan bayi di tempat tidur sendirian. Bayi baru lahir membutuhkan banyak ketenangan. Dan untuk bayi, tidak ada hal yang lebih menenangkan dibandingkan dengan dipegang oleh orangtua yang menyayanginya.

Jadi, ibu sebaiknya memberi bayi kesempatan untuk berlama- lama meringkuk di dada mama. Minggu- minggu awal bukan waktu yang mengkhawatirkan untuk melatih bayi tidur sendiri.

Meski begitu, ada dua hal yang ibu harus perhatikan :

  • Saat ibu memeluk bayi hingga tertidur, ibu harus tetap terjaga. Kecelakaan sering terjadi saat ibu ikut tertidur pulas.
  • Bayi yang terbiasa tidur di pelukan ibu akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi tidur di tempat lain.

“Selama Mama terjaga, menidurkan bayi di pelukan akan baik-baik saja,” begitu kuncinya menurut Dubief.

Ide yang bisa diterapkan adalah ada beberapa orang yang bisa menggantikan Ibu untuk memeluk bayi hingga tertidur agar Ibu dapat beristirahat sejenak dan si kecil tidak hanya tergantung pada Ibu untuk tidur.

Di sisi lain, secara perlahan Ibu dapat mengajarkan bayi untuk mencoba tempat tidurnya saat Ibu kelelahan. Pastikan Ibu mendapatkan istirahat yang cukup juga ya agar dapat mengasuh buah hati dengan baik.

Tips Agar Bayi Lelap di Tempat Tidurnya

Dubief mengungkap bahwa bayi tidak mempunyai kapasitas mental untuk membentuk kebiasaan dalam delapan minggu pertama kehidupan dan tidak akan belajar “tidur mandiri” hingga berusia 4-8 bulan.

Kamar tidur bayi

Setelah masa transisi di minggu- minggu awal usianya, Ayah dan Ibu disarankan untuk membangun kebiasaan baik dalam mengasuh bayi. Beberapa hal yang dapat dicoba misalnya melakukan beberapa hal ini agar bayi mudah terlelap di ranjangnya sendiri :

  • Mengurangi jam tidur siangnya. “Jika bayi hanya tidur di pelukan orang dewasa, pada usia enam bulan, mereka akan tahu ini adalah satu-satunya cara untuk tidur siang dan akan menjadi sangat marah ketika Mama berusaha untuk menyimpang dari norma,” kata Dubief. Ibu dapat mengurangi tidur siang bayi secara bertahap dimulai saat bayi berusia 3 bulan.
  • Bayi merasa nyenyak saat dipeluk karena ia merasa hangat. Untuk mengakalinya, cobalah untuk menghangatkan tempat tidur bayi selama beberapa menit dengan menggunakan botol air panas. Saat bayi terlelap di pelukan Ibu, mulai pindahkan ke ranjang yang sudah hangat tadi. Buah hati mungkin masih merasa bahwa ia sedang tidur di pelukan ibu.
  • Berikan pijatan lembut di tubh bayi sebelum Ibu menidurkannya. Pengalaman dari banyak orangtua, pijatan sebelum tidur akan membantu bayi mereka untuk tidur lebih nyenyak.

Trik lain yang dapat dicoba adalah memegang perut bayi sampai mereka tertidur dengan nyenyak.

Atau Ibu punya trik lain saat bayi sulit lepas dari pelukan tidur? Silahkan tinggalkan komentar di bawah ya, Ibu 🙂

Tags:

You Might also Like