Type to search

Good Parenting

Cara Menghadapi Anak yang Sangat Aktif dan Sulit Diatur

Cara menghadapi anak yang terlalu aktif dan sulit diatur

Tidak ada anak yang nakal dan bandel. Yang adalah anak yang sangat aktif dan sulit diatur. Untuk orangtua yang sudah berpengalaman, tentu menyadari bahwa fase ini akan ada akhirnya. Fase yang benar- benar sangat melelahkan dan menguras tenaga.

 

Tips Menghdapi Anak yang Diberi Label Nakal, Bandel, dsb

Anak- anak yang sulit diatur ini sering mendapatkan label pembangkang, nakal, pemarah, cengeng, bandel, dan label- label negatif lainnya. Emosi orangtua sering ikut terlibat dan berperan dalam menghadapi anak yang super aktif ini. Namun, melabeli anak dengan ucapan negatif dan ikut marah- marah justru bisa memperburuk kondisi.

Ayah Bunda dapat mencoba beberapa tips berikut ini untuk menghadapi anak- anak dengan lebih baik lagi :

1. Lakukan Pendekatan  pada Anak

Anak yang sulit diatur tidak bisa dihadapi dengan cara yang keras, dan emosional. Jika memaksakan untuk menggunakan cara seperti ini, anak- anak justru akan semakin rewel dan memberontak.

Sebaliknya, cobalah untuk melakukan pendekatan yang lebih soft pada anak. Berikan ia nasehat lembut bahwa apa yang ia lakukan bukanlah hal baik. Anak mungkin tidak langsung mengerti dan menurut apa yang Anda katakan. Maka dari itu, jangan pernah bosan untuk selalu mendampinginya dan membantunya untuk paham. Sering- sering juga ajak anak bercerita agar anak tahu bahwa orangtuanya selalu bisa untuk diajak bercerita.

 

2. Miliki tekad yang Kuat dalam Menghadapi Anak

Orangtua harus konsisten dan kompak dalam menghadapi anak yang sulit diatur. Jangan mudah goyah saat anak mulai merengek dan menangis. Jangan mudah berkecil hati saat mereka belum mengikuti nasehat kita sepenuhnya.

 

3. Buat Peraturan yang Jelas dan Mudah Dipahami Anak

Membuat peraturan yagn jelas dan mudah dipahami anak akan membantu anak untuk belajar keteraturan. Dengan membuat peraturan orangtua juga mengajarkan bahwa setiap hal ada konsekuensinya jika tidak dilakukan dengan tepat.

Saat membuat peraturan untuk anak, pastikan sederhana dan mudah dipahami anak. Berikan batas- batas yang mudah anak ingat. Saat anak mulai patuh dengan peraturan yang dibuat, jangan sungkan untuk memberikan pujian kepadanya.

 

4. Utamakan Tutur Kata yang Lembut dan Manis pada Anak

Jangan mudah terpancing emosi saat anak bersikap tidak baik di tempat umum. Memarahi anak di depan umum justru dapat membuat anak semakin menjadi- jadi dalam memberontak, menjerit, dan menangis. Tunjukkan pada anak bahwa Anda mengerti apa yang ia rasakan melalui sikap dan tutur kata yang lembut. Dengan begitu, anak dapat merasa tenang dengan lebih mudah.

 

5. Hindari Terlalu Memanjakan Anak

Sikap orangtua yang terlalu memanjakan anak bisa berpengaruh buruk untuk perkembangan mereka. Kebiasaan ini akan membuat anak terbiasa dimudahkan dalam mendapatkan apa yang ia inginkan. Ini akan mendorong dia menjadi pribadi yang mudah membangkang jika apa yang diinginkannya tidak segera terpenuhi. Pada akhirnya, orangtua akan kerepotan sendiri.

 

6. Menjadi Contoh yang Baik untuk Anak- Anak

Anak- anak cenderung melakukan apa yang orang lain contohkan. Jika Anda atau orang di sekitar anak sering melakukan hal yang kurang baik, seperti sering berteriak, membuang sampah sembarangan, dan bahkan melakukan tindak kekerasan, anak dapat terbentuk untuk melakukan hal yang serupa.

Penting untuk selalu memberi contoh yang baik pada anak. Hindarkan anak dari contoh perbuatan- perbuatan buruk yang dapat merusak tumbuh kembang anak. Jika secara tidak sengaja anak melihat contoh yang kurang baik, beri tahu anak apa yang terjadi sebenarnya dan beri penjelasan bahwa hal tersebut tidak baik untuk dicontoh.

 

7. Stop Melabeli Anak

Apakah Anda termasuk orangtua yang suka melabeli anak dengan sebutan ‘anak nakal’, ‘anak bandel’, dan lain sebagainya? Pemberian label ini tidak akan menghentikan anak melakukan ‘kenakalan’ kecilnya. Justru label ini akan memperburuk karakter anak karena anak akan beranggapan bahwa label itu memang sesuai dengan karakternya. Lambat laun, ia dapat tumbuh sesuai dengan label yang orangtuanya sematkan. Berhati- hatilah, Ayah Bunda!

 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda para orang tua.

Comments

comments

Tags: