Type to search

Good Parenting

Positive Parenting, Cara Mendidik Anak Tanpa Bentakan dan Pukulan

Positive Parenting

Menerapkan positive parenting adalah salah satu cara untuk menerapkan pola asuh positif dimana di dalamnya penuh kehangatan, namun juga lugas dan tegas. Pasalnya, teriakan, bentakan dan pukulan bukan cara yang ideal untuk mendisiplinkan anak.

Banyak orangtua yang masih menerapkan hukuman fisik dalam proses mendisiplinkan anak. Apakah berhasil? Kebanyakan justru tidak. Anak justru mengalami trauma mental dan hubungan dengan orangtua semakin memburuk.

Menerapkan Positive Parenting dalam Pola Asuh

Nah, kebalikan dari mendidik dengan cara keras tersebut, ada yang kita sebut dengan Positive Parenting. Cara ini sangat efektif untuk membantu orangtua memahami cara yang berhasil dalam mendisiplinkan anak.

Berikut adalah 9 langkah efektif untuk Ayah Bunda menerapkan pola asuh positive parenting seperti ParentingCenter.id rangkum dari beberapa sumber :

1. Memahami Sudut Pandang Anak

Bunda tentu merasa kesal saat anak kerap melakukan kesalahan yang sama. Rasanya baru kemarin diberikan nasehat panjang lebar, ehhh hari ini masih terulang. Mungkin sempat terlintas keinginan untuk membentak atau memukul agar anak jera.

Stop, Ayah Bunda!

Di situasi seperti ini, cobalah untuk tetap tenang meski tidak mudah. Cobalah untuk mengambil nafas dalam- dalam, lalu perlahan berhitung 1-10.

Selanjutnya, cobalah untuk memahami permasalahan ini dari sudut pandang. Kira- kira apa yang membuat anak mengulangi perilaku tersebut?

Dari obrolan bersama anak, biasanya orangtua mendapati adanya perbedaan perspektif antara orang dewasa dan anak- anak. Perbedaan perspektif ini perlu kita ambil jalan tengahnya karena memang anak yang masih kecil perlu waktu lebih panjang untuk mengetahui baik dan buruk.

Dengan melihat sudut pandangnya dan mengajak ngobrol bersama, orangtua akan lebih tenang dan sabar dalam mengarahkan anak.

2. Fokus pada Kekuatan Anak, Bukan Kelemahan

Tidak jarang orangtua sering mengeluhkan kelemahan anak, tapi tidak pernah memuji anak atas hal- hal baik yang ia lakukan. Tanpa sadar, orangtua hanya fokus pada hal negatif tentang anak.

Padahal, setiap anak adalah unik. Mereka tumbuh dan belajar dengan kecepatan masing- masing. Saat kita juga melihat kelebihan anak dan fokus lebih banyak ke hal tersebut, kita akan semakin memahami mereka. Anak juga merasa orang tuanya lebih mencintai mereka.

3. Nikmati Momen Bersama Anak

Setiap orangtua memang pasti mempunyai kesibukan masing- masing. Kendati demikian, penting sekali untuk meluangkan waktu sekecil apapun untuk buah hati tercinta. Mungkin obrolan kecil dengan kalimat pembuka menanyakan bagaimana hari- hari anak akan terasa sangat bermakna.

Ayah Bunda, waktu berjalan dengan sangat cepat. Begitu juga dengan anak- anak, mereka tumbuh dengan sangat cepat. Sepertinya baru kemarin mereka lahir, kini mereka sudah besar dan jauh lebih mandiri.

Untuk itu, cobalah untuk selalu menikmati momen bersama anak. Tumbuhkan perasaan positif dan saling menyayangi saat bersama dengan mereka. Kita bisa menunjukkan senyum tulus saat anak menceritakan hari- harinya atau bercerita tentang temannya.

Bisa juga dengan memberikan pelukan hangat di malam menjelang tidur. Kegiatan positif seperti ini akan membuat anak merasa semakin disayang dan dicintai.

4. Menerapkan Aturan yang Konsisten

Langkah selanjutnya dalam menerapkan positive parenting adalah konsistensi. Konsistensi sangat penting dalam membentuk perilaku positif pada anak.

Bantu anak melakukan rutinitas yang baik dan batasan tegas untuk membuat mereka belajar. Jika aturan tidak terlaksana dengan konsisten, anak akan bingung dan sulit untuk menurut.

5. Tenang dalam Menghadapi Perilaku Anak

Secara alami anak- anak berperilaku dengan dorongan emosi yang kuat. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah lebih bisa mengontrol emosi mereka dan mampu mengendalikan diri.

Saat anak- anak berperilaku kurang baik, jangan tergoda untuk membentak atau memukul mereka. Sebaliknya, orangtua perlu untuk menenangkan diri mereka terlebih dulu. Ayah Bunda juga bisa membaca artikel ParentingCenter.id sebelumnya, 8 Cara Ampuh Orangtua Mengendalikan Emosi Saat Mendisiplinkan Anak.

6. Minta Maaf saat Kehilangan Kesabaran

12 Kalimat Powerful untuk Memudahkan Orangtua Berbicara pada Anak

Mengasuh buah hati memang bisa memicu stress. Terlebih saat harus melakukan beberapa tugas sekaligus, sementara anak sedang rewel, hal ini bisa membuat orangtua kehilangan kesabaran.

Saat hal seperti ini terjadi, orangtua tidak perlu gengsi minta maaf pada anak. Karena dengan melakukannya, orangtua juga telah memberi contoh pada anak untuk meminta maaf saat melakukan kesalahan.

7. Tidak Ada yang Salah Dengan Memperhatikan Diri Sendiri

Saat menjadi orangtua, perhatian kita fokus pada anak- anak. Terkadang, kita bahkan membuat kurang perhatian terhadap diri sendiri. Kurang istirahat dan asupan nutrisi sering terlewatkan. Padahal, memperhatikan diri sendiri juga merupakan salah satu senjata yang kita butuhkan untuk menerapkan positive parenting seutuhnya.

Sesekali coba komunikasikan dengan pasangan untuk mendapatkan Me Time dan berbagi peran. Me Time pun tidak harus pergi ke tempat yang jauh dan butuh waktu seharian penuh. Bisa saja dengan olahraga 10 menit, membaca buku 30 menit atau bahkan ke salon untuk waktu 3 jam.

8. Selektif dalam Memberi Kritikan pada Tindakan Anak

Ada kalanya anak- anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai harapan orangtua. Saat ini terjadi, cobalah menahan diri untuk tidak selalu mengkritisi semua tindakannya. Sebaliknya, cobalah Ayah Bunda memilih- milih mana yang perlu dikritisi, dan mana yang tidak.

Mengkritik anak terlalu sering dan berlebihan justru bisa menjatuhkan semangat anak. Selain itu, sering mengkritik saat mereka tidak melakukan kesalahan juga bisa meruntuhkan harga diri dan rasa percaya diri anak.

9. Minta Bantuan Saat Kewalahan Secara Emosional

Ada kalanya salah satu pihak dari orangtua merasa kewalahan secara emosional. Saat ini terjadi, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan kepada orang terdekat.

Ini bisa berarti pasangan, teman, saudara, hingga ke komunitas tertentu. Bahkan dalam situasi khusus, orangtua juga bisa meminta bantuan ke pihak profesional seperti psikolog anak.

Pada dasarnya mengasuh anak ibarat sedang lari marathon, bukan lari cepat. Perjalanan yang ditempuh akan panjang dan penuh tantangan. Kita bisa saja merasa salah langkah. Namun, kita selalu punya kesempatan untuk memperbaiki situasi yang buruk.

Merespon anak dengan penuh cinta dan memperbaiki hubungan dengan mereka merupakan langkah nyata kita dalam mengimplementasikan Positive Parenting ini.

Tags: