Type to search

Balita Tumbuh Kembang

Ibu Jangan Panik! Simak 10+ Cara Ampuh Mengatasi Anak Susah Makan

Mengatasi masalah susah makan pada anak

Mengatasi masalah anak susah makan memang bukan perkara mudah. Banyak ibu yang mudah panik saat menghadapi maalah yang satu ini. Terlebih jika berat badan si kecil dirasa sulit bertambah.

YouGov, sebuah perusahaan firma riset pasar dan analisis yang bermarkas di Britania Raya mengungkap jika 1 dari 4 orangtua menyerah menghadapi anak yang sulit mengonsumsi makanan sehat. Yang mengejutkan 68% dari orangtua juga merasa stres dan frustasi dengan situasi ini.

Pemicu Masalah Anak Sulit Makan

Masalah anak susah makan biasanya mulai terjadi saat anak menginjak usia satu tahun. Kondisi ini terjadi bukan tanpa alasan. Umumnya, pertumbuhan anak akan menjadi lebih lambat dari tahapan usia sebelumnya, sehingga nafsu makan juga turut berkurang.

Masalah sulit makan bisa dipicu oleh beberapa hal berikut ini :

  • Struktur anatomis yang abnormal, seperti masalah bibir yang sumbing
  • Permasalahan neurologis atau yang berkaitan dengan syaraf
  • Masalah kebiasaan
  • Gangguan pernafasan
  • Kelainan motilitas sistem pencernaan dan kelainan sensorik
Gangguan makan pada anak balita dan cara mengatasinya

Mengenali jenis- jenis gangguan makan pada anak juga bisa membantu ibu mengidentifikasi masalah sulit makan yang anak alami.

Mengatasi Masalah Susah Makan pada Anak

Mengatasi masalah susah makan pada anak memang membutuhkan kesabaran ekstra dari orangtua. Ayah Ibu perlu mengenali penyebab anak tidak mau atau sulit makan, bahkan saat ibu memberikan makanan favoritnya.

Berikut deretan tips yang bisa Ayah Ibu terapkan untuk mengatasi anak sulit makan :

1. Tetap Bersabar Mendampingi Proses Makan Anak

Setidaknya ada 30% anak yang pernah melalui fase tidak menginginkan makanan apapun. Penyebabnya beragam, seperti gigi tumbuh, perut yang tidak enak, hingga bosan dengan menu makanan yang dihidangkan.

Meluapkan kekesalan dengan memarahi anak justru membuat suasana menjadi lebih buruk. Momen makan akan menjad traumatis dan menimbulkan masalah yang lebih buruk di belakang.

2. Ajak Anak Menyiapkan Makanan

Melibatkan anak dalam proses penyiapan makanan bisa meningkatkan mood makan anak. Mereka akan merasa familiar dengan apa yang akan ia makan. Dengan begitu, mereka juga akan lebih antusias dalam menikmati waktu makan.

3. Makan Bersama

Kegiatan makan bersama sangat baik untuk membangun bonding antar anggota keluarga. Nah, mengajak si kecil turut serta akan membuatnya merasa terlibat dan meniru anggota keluarga lain untuk makan dengan lahap.

Jangan lupa untuk sertakan makanan bergizi seperti sayur dan buah ya, Bun 🙂

4. Atur Waktu Makan dan Cemilan

Seringkali anak susah makan karena perutnya sudah lebih dulu terisi dengan susu dan cemilan. Nah, agar anak cenderung lebih lapar saat waktu makan tiba, ibu perlu menyiasati jadwal makan dan cemilan untuk buah hati.

Seperti tips yang pernah ParentingCenter.id kupas dalam artikel GTM (Gerakan Tutup Mulut), bagi jadwal makan ke dalam dua jenis, yaitu makanan utama tiga kali dan makanan selingan (snack) dua kali.

Snack sebaiknya diberikan di jam setelah anak melewati makanan utama. Jika anak masih minum susu, berikan 2-3 kali sehari dengan takaran 500-600ml/ hari ya, Bunda.

5. Rutinitas Wajib

Selain membagi jadwal makan, Ibu juga bisa menciptakan rutinitas waktu makan yang konsisten. Berikan waktu untuk buah hati makan selama 30 menit. Jika waktu 30 menit habis, langsung rapikan dan akhiri sesi makan meski anak belum benar- benar selesai.

Selain membuat waktu makan tidak terlalu lama, ini juga akan melatih si kecil untuk mengenali waktu makannya dan disiplin.

Cara Mengatasi Gerakan Tutup Mulut ( GTM )

6. Batasi Minum

Hindari terlalu banyak minum saat waktu makan. Terlalu banyak minum akan membuat si kecil merasa mudah kenyang.

Selain itu, ibu juga perlu membatasi waktu minum susu dan jus saat mendekati jam makan.

7. Kenalkan Anak Berbagai Variasi Tekstur

Ibu bisa mengenalkan makanan dengan berbagai variasi tekstur secara bertahap saat anak berusia 6 bulan ke atas. Dengan begitu, anak akan lebih mudah untuk beradaptasi dengan berbagai tekstur makanan. Mulai dari bubur, nasi lembek, nasi tim, nasi biasa, pasta, kentang tumbuk, dan sebagainya.

8. Terus Berusaha, Tapi Tidak Memaksa

Saat anak belum mau mencoba makanan baru, ibu tidak boleh terlalu memaksa. Penelitian mengungkap kalau seorang anak akan mencoba makanan baru setelah ia ditawari setidaknya 10-15 kali.

9. Hindari Porsi yang Terlalu Banyak

Porsi makan anak- anak tentu berbeda dengan porsi orang dewasa. Jangan berikan mereka porsi yang berlebihan, melainkan sesuai dengan porsinya.

Bila ternyata si kecil sangat menyukainya, ibu boleh menambahkannya sedikit demi sedikit.

10. Jangan Gunakan Metode Sogokan

Beberapa orangtua menggunakan sogokan agar si kecil mau makan. Kadang anak terpaksa mengunyah tapi tak benar- benar menelan makananya demi sogokan tersebut.

Sebaliknya, jika anak benar- benar menghabiskan makanannya hingga piringnya bersih, ibu boleh memberikan pujian.

11. Beri Anak Kesempatan untuk Makan Sendiri

Menghadapi anak yang susah makan, cobalah untuk memberinya kesempatan untuk melahap makanannya sendiri. Biarkan anak merasa mempunyai wewenang atas apa yang ingin ia makan, seberapa banyak yang ingin ia makan, dan bagaimana cara ia menghabiskan makanan di piringnya.

Ibu juga boleh untuk membiarkan anak makan dengan memegang makanannya sendiri (finger foods). Hal ini bisa dapat melatih motorik halus dan kemandirian anak.

12. Bantuan Ahli

Jika masalah susah makan si kecil menunjukkan gejala- gejala yang janggal, misalnya kelelahan, perubahan perilaku, pencernaan bermasalah atau berat badan menurun drastis, cobalah berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter atau ahli nutrisi.

Kesimpulan

Masalah susah makan pada anak bisa menjadi masalah umum yang anak alami atau masalah serius. Jika masalah ini adalah masalah umum yang dipicu oleh rasa bosan, jenuh atau kurangnya familiar anak terhadap tekstur makanan, tips 1-10 bisa ibu terapkan secara bertahap.

Berbeda saat masalah sulit makan anak disertai dengan gejala- gejala yang janggal seperti point 12 di atas. Jika ini terjadi, berkonsultasi dengan dokter dan ahli nutrisi adalah yang kami rekomendasikan.

Selamat mencoba!

Tags: